Alhamdulillah Program Studi Keperawatan & Program Pendidikan Profesi Ners STIKes SURYA GLOBAL meraih Peringkat B Baik dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan LAM PTKes dengan nomor: 0125 LAM PTKes Akr Sar III 2019 dan 0126 LAM PTKes Akr Pro III 2019 -- PENDAFTARAN MAHASISWA BARU STIKES SURYA GLOBAL 2019 2020 telah DIBUKA -- Program Studi S 1 Kesehatan Masyarakat Konsentrasi: Manajemen Rumah Sakit, Sistem Informasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi Akreditasi Peringkat B SK No. 157 BAN PT Ak XVI S VII 2013 -- ♦ Jadilah Sarjana Kesehatan sekaligus Penghafal Qur an ♦ Gantilah sebagian biaya Kuliahmu dengan menghapalkan Al Qur an ☺

Berita

Kamis, 20 Juni 2019, 2:01 WIB

KUNJUNGAN & KERJASAMA STIKES SURYA GLOBAL dengan BOROMARAJONANI COLLEGE of NURSING KHON KAEN THAILAND

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global memenuhi undangan untuk berkunjung ke Boromarajonani College of Nursing Khon Kaen Thailand dari tanggal 16 - 19 Juni 2019. Delegasi STIKes Surya Global yang hadir memenuhi undangan ke Thailand tersebut antara lain: bapak Dwi Suharyanta, ST, MM., M.Kes., ibu Ani Mashunatul Mahmudah, S.Kep., Ners, I Made Moh. Yanuar Saifudin, S.Kep., Ners, dan Gani Apriningtyas Budiyati, S.Kep., Ners, M.Kep.



Kunjungan ini dimaksudkan agar terjalin interaksi antar dosen dan peneliti di kedua perguruan tinggi ini agar dapat saling berkolaborasi untuk memajukan tujuan akademis. Kedua perguruan tinggi kesehatan ini akan saling berbagi kurikulum dan pengalaman di bidang penelitian Keperawatan. Disamping itu perwakilan delegasi dari STIKes Surya Global juga diminta untuk memberikan materi kuliah Asuhan Keperawatan Holistik bagi mahasiswa program studi Keperawatan di Boromarajonani College of Nursing Khon Kaen selama kunjungan di sana.


Kunjungan ini sebagai balasan ketika tahun lalu delegasi Boromarajonani College of Nursing Khon Kaen yang dipimpin direkturnya Dr. Wacharee Amornrojanavaravutti melaksanakan Teacher and Student Exchange ke kampus STIKes Surya Global pada 6 - 12 Mei 2018.


Lihat Selengkapnya
Selasa, 18 Juni 2019, 1:17 WIB

SYAWALAN KELUARGA BESAR PESANTREN STIKES SURYA GLOBAL

Setelah liburan 'Idul Fitri 1440 Hijriyah, majelis STIKes Surya Global menyelenggarakan acara "Syawalan Keluarga Besar Pesantren STIKes Surya Global" yang dihadiri para pengurus Majelis dan dosen untuk memperkuat tali ukhuwah. Acara ini diselenggarakan di Masjid Baitu Surga STIKes Surya Global pada hari Sabtu 15 Juni 2019.


Dalam acara Syawalan ini diisi pengajian yang disampaikan oleh ustadz KH. Ghozali Mukri, Lc, MA. Beliau menyampaikan tradisi Syawalan memang hanya ada di Indonesia, bukan merupakan ibadah yang menjadi tuntunan. Maka dari itu acara Syawalan, Halal bi Halal tidak dijumpai di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya seperti di Timur Tengah. Memang di zaman Nabi tradisi Syawalan seperti yang diadakan di Indonesia tidak ada. Tapi apakah setiap yangg tidak dilakukan Nabi kemudian kita tidak boleh melakukan? Perlu diketahui bahwa apa yang semua dilakukan oleh Nabi itu merupakan hal yang wajib. Nah bolehkah kita sholat hari raya di masjid? Padahal Nabi tidak mengerjakan. Pilihan Nabi yang tidak mengerjakan sholat hari raya di masjid itu bukan menunjukkan hukumnya wajib, tapi itu hanya menunjukkan hukum afdholiyah atau keutamaan. Sholat Hari Raya baik 'Idul Fitri maupun 'Idul Adha memang lebih baik di lapangan sebagai syiar, tapi tidak berarti sholat hari raya di masjid itu tidak boleh atau bid'ah.


Satu contoh umpamanya Nabi itu tidak pernah melakukan sholat Hari Raya baik sholat Idul Fitri maupun Idul Adha itu di masjid. Tidak ada satupun hadist yang shahih yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah sholat hari raya di masjid.


Contoh lainnya sholat Tahiyatul Masjid. Tidak ada satu pun hadist yang menyebutkkan bahwa Nabi mengerjakan sholat Tahiyatul Masjid. Lalu apa dasarnya kita melakukan sholat Tahiyatul Masjid? Dasarnya adalah bukan perilaku nabi tapi sabda Nabi.


Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,


إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ
“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714)


Jadi apa yang kita kerjakan itu hanya berdasar sabda beliau. Nah, menurut ulama Ushul Fiqih ucapan Nabi, sabda Nabi itu lebih kuat dibandingkan perbuatan Nabi. Makanya kita harus banyak membaca referensi-referensi.


Untuk menilai hadits itu shahih atau tidak tidak bisa dinilai dari sanadnya atau periwayatannya, tapi juga dilihat dari matan atau redaksinya. Dan hadits yang shahih dari segi sanad dan matan ini masih diuji lagi apakah bertentangan dengan Al Qur'an, bertentangan dengan hadits shahih lainnya atau bertentangan dengan realita pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam .


Termasuk misalnya sholat wanita, apakah lebih baik di rumah atau di masjid? Dalam sebuah riwayat disebutkan:


أُمِّ حُمَيْدٍ امْرَأَةِ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ أَنَّهَا جَاءَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُحِبُّ الصَّلاةَ مَعَكَ قَالَ قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاةَ مَعِي وَصَلاتُكِ فِي بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاتِكِ فِي حُجْرَتِكِ وَصَلاتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاتِكِ فِي دَارِكِ وَصَلاتُكِ فِي دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاتِكِ فِي مَسْجِدِي قَالَ فَأَمَرَتْ فَبُنِيَ لَهَا مَسْجِدٌ فِي أَقْصَى شَيْءٍ مِنْ بَيْتِهَا وَأَظْلَمِهِ فَكَانَتْ تُصَلِّي فِيهِ حَتَّى لَقِيَتْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
Dari Ummu Humaid, isteri Abu Humaid As-Sa’idy, sesungguhnya beliau datang (menemui) Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka shalat bersama anda engkau. Beliau menjawab: “Sungguh aku mengetahui bahwa engkau suka menunaikan shalat bersamaku, akan tetapi shalatmu di kamar tidurmu lebih baik dibandingkan shalatmu di ruang tengah rumahmu, dan shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih baik dibandingkan shalatmu di masjid khusus rumahmu, dan shalatmu di masjid khusus rumahmu, lebih baik dibandingkan shalatmu di masjid di sekitar masyarakatmu, dan shalatmu di masjid sekitar masyarakatmu lebih baik dibandingkan shalatmu di masjidku. Kemudian dia (Ummu Humaid) minta dibangunkan baginya masjid (tempat shalat) di tempat paling ujung rumahnya dan paling gelap. Maka beliau shalat di sana sampai bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla (wafat)." (HR. Ahmad)


Kalau dilihat dari haditsnya shahih tapi tidak hanya dari segi sanadnya, harus diuji dari segi matan , atau apakah bertentangan dengan hadits yang lebih shahih, atau bertentangan dengan Al Qur'an, atau bertentangan dengan realita yang ada pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Agar kita tidak mudah membid'ah-bid'ahkan.


Ayat Allah dalam Qur'an jelas menyatakan:


إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian… ” (QS. At-Taubah [9]: 18).


Dalam bahasa Arab, kata (إنما) dalam ilmu Balaghah, penggunaan gaya bahasa seperti ini mengandung faidah penguatan dan penegasan. kata (مَنْ) disini juga bersifat umum, baik laki-laki maupun perempuan. Termasuk memakmurkan masjid ini adalah sholat berjamaah.


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan pertanyaan kepada sahabatnya, beliau bersabda :


أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ


“Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang pailit) itu?” Para sahabat menjawab,”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.” Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka”. (HR Muslim no. 2581, at Tirmizi no. 2418 dan Ahmad 2/303, 334, 371, dari Abu Hurairah)


Nah momen Syawalan ini adalah momen yang tepat kita berbersih-bersih diri dari kesalahan baik ucapan atau perbuatan baik yang disengaja maupun tidak. Barangkali ada ucapan kita yang meski benar tapi dirasa oleh orang lain menyakiti hatinya.


Demikian ringkasan kajian yang disampaikan ustadz KH. Ghozali Mukri, Lc, MA. Acara selanjutnya adalah foto-foto bersama seluruh anggota Majelis dan para dosen Pesantren STIKes Surya Global. Kemudian dilanjutkan dengan bayan oleh bapak Dr. Anung Pranowo, SE, MM. selaku Ketua Yayasan Surya Global. Sebagai penutup dilanjutkan dengan salam-salaman, makan siang bersama dan sholat Dhuhur berjamaah. (Her/2019)

Lihat Selengkapnya
Rabu, 05 Juni 2019, 7:39 WIB

SELAMAT IDUL FITRI 1 Syawal 1440 H

Majelis Pesantren STIKes Surya Global mengucapkan:

✨💠 SELAMAT IDUL FITRI 1 Syawal 1440 Hijriyah 💠✨

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْر

Semoga amal-amal kita di bulan suci Ramadhan diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala

Ketua : Dwi Suharyanta, ST, MM, M.Kes
Wakil Ketua I : Dedy Koeswoyo, S.IP, MPH
Wakil Ketua II : Rustiana Setyowati, SE, MM, MPH
Wakil Ketua III : Suyatno, S.Pd.I, M.Pd.I

- Yayasan Surya Global
- Senat - Pesantren Mahasiswa
- Badan Penjaminan Mutu
- Ketua Program Studi Keperawatan
- Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat
- Ketua Program Studi Farmasi
- Ketua Program Profesi Ners
- Kepala Bagian LPPM
- Kepala Bagian Administrasi Akademik
- Kepala Bagian Pengajaran
- Kepala Bagian Perpustakaan
- Kepala Bagian LPAS
- Kepala Bagian SDIK
- Kepala Bagian Keuangan
- Kepala Bagian LSDP
- Kepala Bagian TI
- Kepala Bagian Aset
- Kepala Bagian BK & Alumni
- Kepala Bagian Kemahasiswaan
- P3SP Keperawatan
- P3SP Kesehatan Masyarakat
- P3SP Farmasi
- Laboratorium Keperawatan
- Laboratorium Kesehatan Masyarakat
- Laboratorium Farmasi
- Klinik SHB
- Rumah Sehat Alami

🎍🔸♦🔷 🕌 🕋 🕌 🔷🔸🎍

https://youtu.be/-Q58Utr2KTA

Lihat Selengkapnya
Selasa, 21 Mei 2019, 11:24 WIB

MEMINUM OBAT DI BULAN RAMADHAN

Saat bulan Ramadan pola makan dan minum akan berubah. Bagaimana meminum obat selama puasa Ramadan agar tetap optimal?

Perubahan jadwal obat dan dosis bisa mempengaruhi efek obat. Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter dan apoteker agar diresepkan obat yang dapat digunakan 1 atau 2 kali sehari pada saat sahur dan/atau berbuka. Apabila obat diminum sebelum makan, maka minumlah obat tersebut 30 menit sebelum sahur dan berbuka. Untuk obat yang diminum setelah makan, minumlah 5-10 menit setelah makan besar.

Terus bagaimana jika obat harus diminum 3 atau 4 kali sehari? 🤔

Pertama, obat diganti sediaan yang melepaskan perlahan-lahan atau diganti obat jenis lain yang memiliki khasiat sama namun bekerja panjang. Apabila tidak bisa diganti, maka diminum dalam rentang waktu yang sama, yaitu setiap 5 jam untuk obat yang diminum 3x1.

Berikut pembagiannya :

18.00 : buka puasa
23.00 : menjelang tengah malam
04.00 : sahur

Untuk obat 4x1 tidak dianjurkan saat berpuasa, terutama untuk Antibiotik.

Berdasarkan kesepakatan para ulama dan ahli medis di Maroko tahun 1997, tidak semua obat membatalkan puasa. Obat-obat tersebut adalah obat yang tidak diminum melalui mulut dan tidak masuk saluran cerna.



Nah, itu tadi beberapa tips minum obat saat berpuasa. Tetap konsultasikan dengan dokter jika memiliki penyakit kronis. Selamat berpuasa 😊

Semoga amal ibadah di bulan Ramadan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

sumber: @KemenkesRI

Lihat Selengkapnya
Minggu, 17 Maret 2019, 9:58 WIB

MILAD KE-6 KSR PMI STIKES SURYA GLOBAL

Di tengah hujan deras yang terus menerus mengguyur Jogja dari pagi sampai malam hari Ahad 17 maret 2019, KSR PMI STIKes Surya Global merayakan miladnya yang ke-6 di Gedung Balai Desa Potorono. Acara yang dimulai ba'da Isya' ini dihadiri oleh perwakilan PMI Kota Yogyakarta, Pembina KSR PMI STIKes Surya Global, perwakilan KSR PMI dari berbagai perguruan tinggi di Jogja, para pengurus, anggota serta alumni KSR PMI Unit XI STIKes Surya Global.


Acara dibuka dengan Pembukaan, Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KSR PMI. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Unit KSR PMI STIKes Surya Global oleh Muhammad Rapli dan dari Pembina KSR PMI STIKes Surya Global bapak Herbakti Nur Ch.,S.Sos. Dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Pembina kepada Ketua Unit KSR PMI STIKes Surya Global. Acara selanjutnya hiburan-hiburan yang antara lain menampilkan video-video ucapan selamat dari Unit-unit KSR PMI perguruan tinggi di Jogja dan para alumni yang dilombakan. Untuk pemenang video ucapan selamat diraih oleh KSR PMI Instiper Yogyakarta dan Universitas Mercu Buwana Yogyakarta. Hiburan selanjutnya adalah penampilan berupa puisi, tarian dan lagu dari anggota KSR PMI STIKes Surya Global angkatan 2016, 2017 dan 2018.


Acara selanjutnya adalah pengumuman Anggota Teladan KSR PMI STIKes Surya Global yang untuk tahun ini diraih oleh Hanin Dita dan Sri Martini. Acara ditutup dengan pembacaan doa dan diakhiri dengan sesi foto bersama baik seluruh hadirin, foto anggota akngkatan 2018, 2017, 2016 dan alumni bersama pembina. Dengan situasi di luar yang masih hujan para sukarelawan KSR PMI STIKes Surya Global juga mendapat panggilan tugas dari PMI untuk membantu proses penanganan bencana banjir yang malam itu melanda di beberapa lokasi di kabupaten Bantul. Selamat Milad yang ke 6 KSR PMI Surga! Siamo Tutti Fratelli !

Lihat Selengkapnya
Sabtu, 02 Maret 2019, 10:53 WIB

SEMINAR NASIONAL HIMIKA STIKES SURGA

🎓 Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan STIKes SURYA GLOBAL 🎓

Proudly Present…
.
🌏SEMINAR NASIONAL NURSING X-TION 2019🌏
.
📌Tema:
“Tantangan Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Secara Holistik di Era Revolusi Industri 4.0”
.
👨Pembicara:
1. Eri Yanuar Akhmad Budi Sunaryo, S.Kep., Ns., M.N.Sc ( Beasiswa Australian Awards Scholarship di University of Adelaide)
2. Wahyu Widada, S.Kep., M.Ked (Pembina Internasional Islamic Medicine Foundation)
👨Moderator
Aris Setyawan, S.Kep., Ns., MHPE
.
Waktu & Tempat Pelaksanaan:
📆 Minggu, 14 April 2019
🕢 07.00 WIB – Selesai
🏢 Asri Medical Center
.
Fasilitas:
🔸Lunch
🔸Doorprize
🔸Sertifikat 2 SKP PPNI
🔸Seminar Kit
🔸Sticker
🔸Snack
.
Dimeriahkan dengan :
🎉Bedah Majalah Mini hasil dari Diskusi Online
🎉Himika Award
🎉Pembagian Trophy Pemenang Lomba
.
💸HTM:
Early : 27 Februari - 26 Maret 2019
Mahasiswa : 110K
Umum : 120K

 

Late : 27 Maret - 13 April
Mahasiswa : 125K
Umum : 135K

 

OTS : 14 April 2019 
For All: 145K
.
📝Pendaftaran:
Format Pendaftaran Via WA/SMS:
Nama_Asal Institusi_Seminar Nx-19
Kirim Ke 082250184371 (Cerel)
.
Rekening BRI:
3584-01-035114-53-8 a/n Mutawaqqil
Konfirmasi Pembayaran:
082113881697 (Asri)

 

More Info:
IG : @himika_ssg
Twitter : @HIMIKA_SSG
Facebook : Himika STIKes Surya Global Yogyakarta
Line : @ube13321
Blog : Himika-ssg.blogspot.com
Email : himika.559@gmail.com
.
.
#NURSINGXTION2019
#HIMIKA
#HIMIKASSG
#HIMIKABERKARYA
#MasHimMbaMika

 

Lihat Selengkapnya