Beranda

YM Online

Akademik

Dakwah & Kerjasama Kawasan

Rumah Sehat Alami

Phone :

0274-415128 (CS)

0274-6679944 (Office)

Polling

Bagaimanakah Menurut Anda Website Baru Ini ?





Lihat Hasil

Ensiklopedia Islam

Pondok Santri Surya Global Amanah

Senin, 08 Februari 2010, 9:21 WIB - Ensiklopedia Islam

Nyantri Membawa Ketenangan

 

Keputusan untuk mendaftar di pondok santri Surya Global Amanah tidaklah salah, beruntunglah saya menjadikan waktuku lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya.

 

Yogyakarta – Keputusan untuk masuk menjadi mahasiswa Stikes Surya Global Yogyakarta tidak terlintas dalam benaknya apalagi menjadi santri pondok. Sebelumnya Yanti adalah seorang  karyawan swasta yang merantau di Jakarta satu setengah tahun, aslinya dari kota Pati. Hidup di Jakarta sepertinya waktu terus berputar. Waktu demi waktu habis untuk bekerja dan berkumpul dengan teman serta sanak keluarga, jarang sekali Yanti bisa menyisihkan waktu beramal ibadah apalagi sholat tepat pada waktunya.

 

Satu setengah tahun berjalan, sebuah kabar dari kakaknya yang menawarkan untuk kuliah. Kabar itu diterima kakaknya dari temannya di Yogyakarta,  bahwa di Yogyakarta ada Kuliah yang biayanya terjangkau dan terakreditasi, yaitu di Stikes Surya Global Yogyakarta. Dan akhirnya Yanti dengan penuh semangat berangkat ke Yogyakarta esoknya.

 

Di bulan Agustus 2008, saat diakhir-akhir pendaftaran mahasiswa baru, ia ragu,”apakah diterima tidak,”tutur dalam hatinya. Ternyata ia diterima sebagai Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2008/2009. Orang tua mana yang bahagia bila anaknya melanjutkan ke perguruan tinggi, meskipun keluarga Yanti adalah keluarga bisa dibilang cukup. Tetapi yang ada dibenaknya setelah itu adalah “dimana aku tinggal sementara?”.  Akhirnya oleh pihak Panitia Mahasiswa Baru disarankan untuk menginap di pondok santri barang semalam. Sesampai di pondok ia merasa canggung dan heran, “kok seperti ini hidup di pondok?”, dalam benaknya, padahal ia telah mendaftarakan diri sebagai santri mahasiswa. Dan orang tuapun telah menyarankan dan merestui anaknya untuk tinggal di pondok.

 

Waktu demi waktu berjalan, kuliah dan sekaligus menjadi santri tapi ia masih canggung dengan beberapa tata tertib di pondok, maklum ia belum terbiasa dikarenakan dulu masih bebas, meskipun ia sudah mengenakan jilbab dari sejak SMU. Sekarang ia harus mengikuti kajian-kajian agama yang disampaikan oleh Ustad/Ustadzahnya setiap hari sebelum dan setelah kuliah, yang waktunya telah dibuat oleh pengasuh pondok. Dan tidak ketinggalan adalah harus tepat waktu untuk melaksanakan sholat wajib berjamaah di masjid. Dulu, ia bila melaksanakan sholat tidak tepat waktu, kadang di akhir waktupun ia pernah lakukan.

 

Setelah tiga bulan berjalan, ia merasakan ada perbedaan dalam dirinya. Dari penampilan ia sudah mengenakan kerudung yang disyariatkan dalam agama. Sholat wajibnya selalu tepat waktu dan berjamaah. Amalan-amalan sunnah ia telah lakukan, baik sholat dhuha, sholat qiyamul lail, puasa sunnah, membaca Al Qur’an. Ia semakin semangat untuk memperdalam ilmu agama. Dulunya ia jarang dan tidak pernah sama sekali melakukannya. Sekarang ia semakin tekun dan rajin menjalaninya, pokoknya ia berbeda jauh dengan yang dulu pertama kali kenal, tutur teman dekatnya sekarang, Vina namanya. Yang lebih bahagia lagi adalah orang tua Yanti, “ternyata anakku sekarang menjadi sholehah!” tutur ayahnya. Hal ini bisa dilihat oleh orang tuanya saat ia pulang kampong, perbedaan pada diri Yanti yang membuat kedua orang tuanya berkeinginan melakukan seperti yang dilakukan oleh anaknya. Yang dulunya sholatnya belum bisa penuh, sekarang kedua orangtuanya mulai sholat tepat waktu dan berjamaah dan menjalankan amalan-amalan sunnah. Ia merasa bahagia juga melihatnya.

 

Satu setengah tahun ini hasil nilai kuliahnya juga tidak mengecewakan, lumayan baik. Ia sudah semester tiga di program studi Ilmu Keparawatan. Tapi, beruntung, ia tersemangatkan untuk belajar karena disampingnya ada teman-temannya saat itu yang belajar juga, sehingga rasa sedih dan dongkolnya hilang begitu saja. Dan sekarang ia sudah merasakan kenikmatannya di suasana pondok, baik disaat ngajinya dan belajarnya, sudah bisa berjalan seiring.

 

“Ya Allah, aku merasa tenang, nyaman dan tenteram hatiku, inilah hidayah dari Allah,” ucap Yanti. Ia yakin jika semakin dekat dengan Allah, mengikuti perintah-Nya,  maka Alah akan memberikan ketenangan dan kenikmatan yang tak terduga. (jk.ii.2010)

 


Berita Lain

Berita
Studi Ekskursi 2010

SE di Surabaya dan Bali

SUKSES NURSING CAMP ILMIKI WILAYAH IV

SUKSES NURSING CAMP ILMIKI WILAYAH IV

Pendidikan
SEMINAR NASIONAL 2009

Meningkatkan Profesionalitas Guru Bimbingan Konseling demi keberhasilan dalam penerapan KTSP serta Meningkatkan layanan bimbingan konseling melalui Pengembangan Spiritualitas, Kreatifitas dan Inovasi

BEASISWA PENDIDIKAN

Beasiswa Untuk Siswa/Mahasiswa Berbakat dan Berprestasi

ETIKA PROFESI DI BIDANG KESEHATAN

Prinsip Moral Yang Digunakan Untuk Menjalankan Profesi

Pengumuman
Pengumuman Beasiswa

BEASISWA PPA dan BBM Tahun Anggaran 2010

Kesehatan Masyarakat

Ingat Ujian UAS Semester Ganjil

Minuman Soda dan Risiko Kesehatan

Minuman Soda dan Risiko Kesehatan

Sekilas Info
Studium General

Gadar & Manajemen Keperawatan

Talk Show

“ Ketika Cinta Harus Memilih antara Pacaran atau Menikah”

Pesantren Akhir Pekan Mahasiswa

Sabtu, 10 April 2010

Ensiklopedia Islam
SEGARAKANLAH

''Ketika telah selesai mengerjakan suatu perbuatan, maka (bergegaslah) mengerjakan (amalan) lain.'' (QS al-Insyirah [94]: 7)

Tahfidz Al Qur'an

40 santri mahasiswa penghafal Al Qur;an

Pondok Santri Surya Global Amanah

Nyantri Membawa Ketenangan

Kesehatan
Kok Mengorok, Sih!

Pelajari fakta tentang mengorok dan temukan solusinya. Yuk, mari...

Orang di Jabatan Tinggi Banyak Mengidap Hypercrisy

Orang di Jabatan Tinggi Banyak Mengidap Hypercrisy

Kapsul Nabi ( Habatussauda)

Kapsul Nabi ( Habatussauda)

Detail »