Beranda

YM Online

Akademik

Dakwah & Kerjasama Kawasan

Rumah Sehat Alami

Phone :

0274-415128 (CS)

0274-6679944 (Office)

Polling

Bagaimanakah Menurut Anda Website Baru Ini ?





Lihat Hasil

Kesehatan

Orang di Jabatan Tinggi Banyak Mengidap Hypercrisy

Senin, 11 Januari 2010, 11:08 WIB - Kesehatan

Evanston, Illinois, Studi menyebutkan semakin tinggi posisi seseorang, semakin tinggi pula kemampuannya untuk mengkritik orang lain, bukan dirinya sendiri. Peneliti menyebut gejala psikologis ini sebagai fenomena 'Hypercrisy'.

Pernahkah kita menyadari mengapa semakin banyak orang yang berada di posisi atas gagal menerapkan aturan yang ia buat dan promosikan sendiri?

Studi terkini mengatakan bahwa faktor kekuatan dan kejayaan yang dimiliki seseorang membuat ia lebih ketat dan kritis terhadap aksi yang dilakukan orang lain, tapi justru rendah pada aksinya sendiri.

Studi yang akan dimuat dalam Journal Psychological Science ini menyebutkan bahwa ada dua fenomena psikologis yang bisa terjadi pada seseorang ketika berada dalam posisi tertentu, yakni fenomena 'hypocrisy' dan 'hypercrisy'.

Dalam sudinya, peneliti dari Ethics and Decision in Management at Northwestern University's Kellogg School memberikan simulasi moral pada partisipan.

Beberapa partisipan pura-pura bertindak sebagai seorang menteri dan beberapa lainnya bertindak sebagai rakyat sipil. Peneliti kemudian memberi beberapa pertanyaan moral pada partisipan terkait masalah aturan, pajak dan lainnya.

"Berdasarkan hasil studi kami, terlihat bahwa seseorang yang punya kekuatan dalam sebuah posisi cenderung lebih ketat, kritis dan menuntut kesempurnaan dari yang lainnya atau dikenal dengan gejala 'hypercrisy'. Sementara itu, kemampuan mengkritik terhadap dirinya sendiri justru rendah, yang dikenal sebagai gejala 'hypocrisy'," ujar Adam Galinsky yang memimpin studi seperti dikutip dari Healthday, Senin (11/1/2012).

Dari laporan yang terdapat dalam Association for Psychological Science disebutkan bahwa fenomena psikologi 'hypercrisy' memang menjadi masalah yang banyak dialami seseorang dengan posisi tinggi.

"Kekuatan dan wewenang yang dimiliki seseorang bisa menimbulkan ketidakseimbangan sosial antara keputusan publik dan perilaku pribadinya, alhasil banyak orang berposisi tinggi gagal menerapkan aturannya sendiri. Ini adalah masalah psikologis dan moral yang harus diwaspadai," kata Galinsky.

Berita Lain

Berita
Studi Ekskursi 2010

SE di Surabaya dan Bali

SUKSES NURSING CAMP ILMIKI WILAYAH IV

SUKSES NURSING CAMP ILMIKI WILAYAH IV

Pendidikan
SEMINAR NASIONAL 2009

Meningkatkan Profesionalitas Guru Bimbingan Konseling demi keberhasilan dalam penerapan KTSP serta Meningkatkan layanan bimbingan konseling melalui Pengembangan Spiritualitas, Kreatifitas dan Inovasi

BEASISWA PENDIDIKAN

Beasiswa Untuk Siswa/Mahasiswa Berbakat dan Berprestasi

ETIKA PROFESI DI BIDANG KESEHATAN

Prinsip Moral Yang Digunakan Untuk Menjalankan Profesi

Pengumuman
Pengumuman Beasiswa

BEASISWA PPA dan BBM Tahun Anggaran 2010

Kesehatan Masyarakat

Ingat Ujian UAS Semester Ganjil

Minuman Soda dan Risiko Kesehatan

Minuman Soda dan Risiko Kesehatan

Sekilas Info
Studium General

Gadar & Manajemen Keperawatan

Talk Show

“ Ketika Cinta Harus Memilih antara Pacaran atau Menikah”

Pesantren Akhir Pekan Mahasiswa

Sabtu, 10 April 2010

Ensiklopedia Islam
SEGARAKANLAH

''Ketika telah selesai mengerjakan suatu perbuatan, maka (bergegaslah) mengerjakan (amalan) lain.'' (QS al-Insyirah [94]: 7)

Tahfidz Al Qur'an

40 santri mahasiswa penghafal Al Qur;an

Pondok Santri Surya Global Amanah

Nyantri Membawa Ketenangan

Kesehatan
Kok Mengorok, Sih!

Pelajari fakta tentang mengorok dan temukan solusinya. Yuk, mari...

Orang di Jabatan Tinggi Banyak Mengidap Hypercrisy

Orang di Jabatan Tinggi Banyak Mengidap Hypercrisy

Kapsul Nabi ( Habatussauda)

Kapsul Nabi ( Habatussauda)

Detail »